Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Oktober 2017

Uang Zakat VS Uang Rokok

Berikut sharing dari wa group tetangga yg semoga bermanfaat... dan membantu _mindset_ yg niat berhijrah ke pola hidup yang lebih baik dan sehat... (dr perokok ke non perokok, *lintingan lebih pro rakyat, dan sedikit kadar racunnya, insyaAlloh*):

*Rokok, Konglomerat Dan Umat Islam*

Fakta menyedihkan yang mungkin belum diketahui semua muslim Indonesia adalah: bahwa *jumlah perokok Indonesia sudah terbanyak di dunia.*

Tahun *2015* saja, info resmi dari Menkes, sudah *90 juta orang* (di atas perokok Cina, Rusia, Vietnam, Filipina. Ini 5 besarnya).

Kalau harga sebungkus rokok Rp 10ribu (dalam kenyataannya sudah Rp. 15ribu ke atas. Angka 10 ribu diambil hanya agar gampang menghitungnya), maka jumlah *pengeluaran harian* untuk rokok saja *Rp 900 miliar*. Dan dalam *5 hari (Senin-Jum'at) mencapai Rp 4,5 trilyun.*

Sementara jumlah *penerimaan zakat secara nasional* pada *tahun 2015* itu, dari berbagai lembaga amil secara akumulatif, *hanya Rp 3,7 trilyun.*

Artinya, sebelum khatib shalat Jum'at naik mimbar di seluruh masjid di tanah air, maka pada saat itulah jumlah pengeluaran *pembelian rokok selama 4,5 hari sudah mengalahkan penerimaan zakat nasional selama setahun*!

Jadi mulai Jum'at lusa, di mana pun kita shalat Jum'at dan melihat khatib naik mimbar -- siapa pun orangnya -- ingat-ingatlah bahwa ketika itulah *tragedi mingguan umat Islam* terjadi berulang kali: uang yang dibakar untuk rokok hanya dalam 4,5 hari mengalahkan penerimaan zakat setahun. Itu baru satu sisi saja: *uang rokok vs uang zakat.*

Sisi lain, kalau dilihat daftar 10 Keluarga Terkaya di Indonesia, maka segera terlihat jelas rokok adalah bisnis inti mereka awalnya.

Yang 40-50 tahun lalu kakek mereka hanya punya 1-2 gudang tembakau, dan disebut tauke, sekarang berkat jutaan umat Islam yang ikhlas merokok, para cucu tauke itu sudah tak lagi disebut tauke seperti kakek mereka. Para cucu itu kini disebut *konglomerat, taipan.* Kenapa? Ya..., karena mereka sudah tak lagi punya cuma 1 - 2 gudang tembakau saja. Para cucu itu kini punya *bank sendiri, kampus sendiri, ribuan hektar kelapa sawit, ribuan hektar properti, tambang batu bara dan ladang minyak, dll, dll.*

Dari mana uangnya?

Uang mereka ya... dari pundi-pundi umat Islam sendiri yang merokok, yang puluhan tahun tak menyadari perpindahan kapital besar-besaran ini *terjadi setiap hari di depan mata dan hidung umat sendiri*. Semoga kita bisa mulai dari keluarga kita, *bagi kita yg masih merokok sdh saatnya HIJRAH, berusaha untuk tidak merokok, atau minimal ganti dengan lintingan*

Jumat, 02 Juni 2017

Khaul KH. Hasyim As'ary

*السّلام عليكم والرّحمۃ والبركۃ*

Kepada seluruh umat muslimin-muslimat wa bilkhusus warga Nahdliyin.....

hari ini (7 Romadlon 1348H) adalah malam haul ke-72_ *Hadlorotus Syaikh KH. HASYIM ASY'ARI (Pendiri NU)*

Wafat.      : *7 Ramadhan 1366 H*

hari ini: *7 Ramadhan 1438 H*
(Genap ke-72 Haul Beliau)

*_Maka mari dg keikhlasan kita luangkan bersama2 kirim hadiyah minimal S.Alfatihah kepada Beliau....._*
*Lahu Al-Faaatihah..*

والسّلام عليكم والرحمۃ والبركۃ

*________________________*

*IN MEMORIAN*
[ _ALMAGHFURLAH HADLOROTUS SYAIKH KH.HASYIM ASY'ARY_]

*Kisah Wafatnya Mbah Hasyim Asy’ari (Pendiri NU & Pejuang Kemerdekaan RI)*

Muslimedianews ~ Hadhratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy’ari terlahir pada Selasa Kliwon 24 Dzul Qa’dah 1287 H (14 Februari 1871 M) di Pesantren Gedang Tambakrejo Jombang, Jawa Timur. Beliau merupakan putra ketiga dari 11 bersaudara dari pasangan Kyai Asy’ari dan Nyai Halimah.

Dalam buku ‘Profil Pesantren Tebuireng’ dan NU-Online, tertulis bahwa tanggal 3 Ramadhan 1366 H (21 Juli 1947 M) jam 9 malam Hadhratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy’ari selesai mengimami shalat Tarawih. Sebagaimana biasanya beliau duduk di kursi untuk memberikan pengajian kepada ibu-ibu muslimat. Tak lama kemudian datanglah tamu utusan Jenderal Soedirman dan Bung Tomo. Mbah Hasyim menemui utusan tersebut dengan didampingi Kyai Ghufron yang juga pimpinan Laskar Sabilillah Surabaya.

Sang tamu menyampaikan surat dari Jendral Sudirman yang berisi 3 pesan pokok. Kepada utusan kepercayaan dua tokoh penting tersebut Kyai Hasyim meminta waktu semalam untuk berpikir dan selanjutnya memberikan jawaban. Isi pesan tersebut adalah:
1)    Di wilayah Jawa Timur, Belanda melakukan serangan militer besar-besaran untuk merebut kota-kota di wilayah Karesidenan Malang, Besuki, Surabaya, Madura, Bojonegoro dan Madiun.

2)    Hadhratus Syaikh dimohon berkenan untuk mengungsi ke Sarangan, Magetan, agar tidak tertangkap oleh Belanda. Sebab, jika tertangkap, beliau akan dipaksa membuat statemen mendukung Belanda. Jika hal itu terjadi, maka moral para pejuang akan runtuh.
3)    Jajaran TNI di sekitar Jombang diperintahkan untuk membantu pengungsian Kyai Hasyim.

Keesokan harinya Mbah Hasyim memberikan jawaban bahwa beliau tidak berkenan menerima tawaran yang disampaikan. Empat hari kemudian, tepatnya pada tanggal 7 Ramadhan 1366 M, sekitar pukul 21.00 WIB datang lagi utusan Jendral Soedirman dan Bung Tomo. Kedatangan utusan tersebut dengan membawa surat untuk disampaikan kepada Hadhratus Syaikh Kyai Hasyim. Secara khusus Bung Tomo memohon kepada Kyai Hasyim mengeluarkan komando ‘jihad fi sabilillah’ bagi umat Islam Indonesia. Karena saat itu Belanda telah menguasai wilayah Karesidenan Malang dan banyak anggota Laskar Hizbullah dan Sabilillah yang menjadi korban. Hadhratus Syaikh kembali meminta waktu semalam untuk memberi jawaban.

Tidak lama berselang, Mbah Hasyim mendapat laporan dari Kyai Ghufron selaku pimpinan Sabilillah Surabaya bersama dua orang utusan Bung Tomo, bahwa Kota Singosari Malang yang juga merupakan basis pertahanan Hizbullah dan Sabilillah telah jatuh ke tangan Belanda. Kondisi para pejuang semakin tersudut, dan korban rakyat sipil kian meningkat. Mendengar laporan itu Mbah Hasyim berujar: “Masya Allah, masya Allah…” sambil memegang kepalanya, tapi hal ini ditafsirkan oleh Kyai Ghufron bahwa beliau sedang mengantuk.

Akhirnya para tamu pun pamit keluar, tetapi Mbah Hasyim tetap diam tidak menjawab. Sehingga Kyai Ghufron mendekat ke Mbah Hasyim, dan meminta kedua tamu tersebut meninggalkan tempat. Tak lama kemudian Kyai Ghufron baru menyadari bahwa Mbah Hasyim tidak sadarkan diri. Sehingga dengan tergopoh-gopoh ia memanggil keluarga dan membujurkan tubuh Mbah Hasyim.

Kala itu putra-putri Mbah Hasyim sedang tidak berada di Tebuireng. Tapi tidak lama kemudian mereka mulai berdatangan setelah mendengar sang ayahanda tidak sadarkan diri. Semisal Kyai Yusuf Hasyim yang waktu itu sedang berada di markas tentara pejuang, kemudian dapat hadir dan mendatangkan seorang dokter, yakni dr. Angka Nitisastro.

Setelah diperiksa, barulah diketahui bahwa Mbah Hasyim mengalami pendarahan otak (asemblonding) yang sangat serius. Walaupun dokter telah berusaha mengurangi penyakitnya, namun Tuhan berkehendak lain. Hadhratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy’ari akhirnya wafat pada waktu sahur (pukul 03.00 dini hari) tanggal 07 Ramadhan 1366 H (25 Juli 1947).

Atas jasa-jasa beliau selama perang kemerdekaan melawan Belanda (1945-1947), terutama yang berkaitan dengan 3 fatwanya yang sangat penting, yakni:
1.    Perang melawan Belanda adalah jihad yang wajib dilaksanakan oleh semua umat Islam  Indonesia.
2.    Kaum Muslimin diharamkan melakukan perjalanan haji dengan kapal Belanda.
3.    Kaum Muslimin diharamkan memakai dasi dan atribut-atribut lain yang menjadi ciri khas penjajah Belanda.
Maka Presiden Soekarno lewat Keputusan Presiden (Kepres) No. 249/1964 menetapkan bahwa KH. Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai pahlawan nasional.

Sedikit berbeda dengan kutipan di atas, Kyai Sanusi Lebaksiu Tegal yang merupakan santri Mbah Hasyim Asy’ari menuturkan bahwa menjelang wafat sang gurunya itu dirinya sedang turut mengaji. Seperti tidak terjadi apa-apa, sebagaimana laiknya orang yang sehat, Mbah Hasyim mengajar sebuah kitab di hadapan para santrinya. Hal tersebut merupakan rutinitas Mbah Hasyim setiap ba’da Shubuh.

Sebagai salah satu saksi mata, Kyai Sanusi menyaksikan tatkala Mbah Hasyim sedang membacakan kitab tiba-tiba terdiam menundukkan kepalanya. Para santri mengira beliau hanya sedang mengantuk. Tapi setelah salah seorang santrinya mendekat (mungkin Kyai Ghufron, sebagaimana kutipan di atas) dan memastikan keadaan Mbah Hasyim, ternyata nyawa gurunya itu telah tiada. Sontak saja para santri yang saat itu sedang mengaji geger bercampur duka yang mendalam. Guru yang sangat dicintainya itu telah kembali ke haribaan Ilahi Rabbi. Inna lillahi wainna ilaihi raji’un, kabar kewafatan Pendiri NU dan Ponpes. Tebuireng itu pun dengan cepat tersiar ke berbagai penjuru tanah air.

Rasa bela sungkawa yang amat dalam datang dari hampir seluruh lapisan masyarakat, terutama dari para pejabat sipil maupun militer, kawan seperjuangan, para ulama, warga NU dan terlebih para santri Tebuireng. Umat Islam telah kehilangan pemimpin besarnya yang kini terbaring di pusara beliau di tengah Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Pada saat mengantar kepergiannya, sahabat sekaligus saudara beliau, KH. A. Wahab Hasbullah, sempat mengemukakan kata sambutan. Inti dari sambutan Mbah Wahab adalah menjelaskan tentang prinsip hidup Hadhratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, diantaranya: _“Berjuang terus dengan tiada mengenal surut, dan kalau perlu zonder istirahat.”_

*Lahu ALFAATIHAH...*

Kamis, 01 Juni 2017

Sedikit tentang Al-Qur'an

Dapat post dari WA.

KALAU DITANYA OLEH ANAK / CUCU tentang AL-QUR'AN.
MINIMAL DIJAWAB SEPERTI INI..📖📖📖
                                     
T : Berapa jum lah Surah dlm al-Quran?
J : 114 Surah

T : Berapa jumlah Juz dlm al-Quran?
J : 30 Juz

T : Berapa jumlah Hizb dlm al-Quran?
J: 60 Hizb

T: Berapa jumlah Ayat dlm al-Quran?
J: 6236 Ayat

T : Berapa jumlah Kata dlm al-Quran?, dan Berapa Jumlah Hurufnya?
J: 77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf

T : Siapa Malaikat yang disebut dlm al-Quran?,
J : Jibril, Mikail, Malik, Raqib, Atiid,Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazoh, Al-Kiromulkatibun HamalatulArsy, dll.

T : Berapa Jumlah Sajdah (ayat Sujud) dlm al-Quran?
J : 15 Sajdah

T : Berapa Jumlah para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?
J : 25 Nabi

T : Berapa Jumlah Surah Madaniyah dlm al-Quran?, sebutkan.
J : 28 Surah, al-Baqoroh, al-Imron, al-Nisa" al-Maidah, al-Anfal, al-Tawbah, al-Ra'd, al-Haj, al-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Rahman, al-Hadid, al-Mujadilah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Shaf, al-Jum'ah, al-Munafiqun, al-Taghabun, al-Thalaq, al-Tahrim, al-Insan, al-Bayinah, al-Zalzalah, al-Nashr.

T : Berapa Jumlah Surah Makiyah dlm al-Quran? sebutkan.
J : 86 Surat, selain surah tersebut di  atas.

T : Berapa Jumlah Surah yg dimulai dgn huruf dlm al-Quran?
J : 29 Surah.

T : Apakah yg dimaksud dgn Surah Makiyyah?, sebutkan 10 saja.
J : Surah Makiyyah adalah Surah yg diturunkan di Makkah sebelum Hijrah, seperti: al-An'am, al-Araf, al-Shaffat, al-Isra', al-Naml, al-Waqi'ah, al-Haqqah, al-Jin, al-Muzammil, al-Falaq.

T : Apakah yg dimaksud dgn Surah Madaniyyah? sebutkan lima saja?
J : Surah Madaniyah adalah Surah yg diturunkan di Madinah setelah Hijrah, seperti: al-Baqarah, al-Imran, al-Anfal, al-Tawbah, al-Haj.

T : Siapakah nama para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?
J : Adam, Nuh, Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub, Musa, Isa, Ayub, Yunus, Harun, Dawud, Sulaiman, Yusuf, Zakaria, Yahya, Ilyas, Alyasa', Luth, Hud, Saleh, ZulKifli, Syuaib, Idris, Muhammad Saw.

T : Siapakah satu-satunya nama wanita solehah yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Maryam binti Imran.

T : Siapakah satu-satunya nama Sahabat yg disebut namanya dlm al-Quran?
J :Zaid bin Haritsah. Rujuk dlm surah Al Ahzab ayat 37.

T : Apakah ayat dlm al quran yg pertama kali turun?
J : surah al alaq ayat 1-5 ( إقرأ باسم ربك الذي خلق)

T : Apakah ayat terakhir yg turun dlm al quran?
J : ayat 3 surah al maidah  أليوم أكملت لكم دينكم وأ تممت عليكم نعمتي و رضيت لكم الإسلام دينا)

T : Apakah nama Surah yg tanpa Basmalah?
J : Surah at-Tawbah (baro'ah).

T : Apakah nama Surah yg memiliki dua Basmalah?
J : Surah al-Naml.

T : Apakah yg disebut surah al-mu'awidzatain (2 surah penjagaan)?
J : Surah Al-Falaq & An-Naas.

T : Apakah nama Surah yg bernilai seperempat al-Quran?
J : Surah al-Kafirun.

T : Apakah nama Surah yg bernilai sepertiga al-Quran?
J : Surah al-Ikhlas

T : Apakah nama Surah yg menyelamatkan dari siksa Qubur?
J : Surah al-Mulk

T : Apakah nama Surah yg apabila dibaca pada hari Jum'at akan menerangi sepanjang pekan?
J : Surah al-Kahfi

T : Apakah ayat yg paling Agung dan dlm Surah apa?
J : Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255

T : Apakah nama Surah yg paling Agung dan berapa jumlah ayatnya?
J : Surah al-Fatihah, 7 ayat.

T : Apakah ayat yg paling bijak dan dlm surah apa?
J : Firman Allah Swt :" Barang siapa yg melakukan kebaikan sebesar biji sawi ia akan lihat, Barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji sawi ia akan lihat.. (Surah al-Zalzalah ayat 7-8)

T : Apakah nama Surah yg ada dua sajdahnya?
J : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77.

T : Pada Kata apakah pertengahan al-Quran itu di Surah apa? ayat no Berapa?
J :
: وليتلطف Surah -Kahfi ayat No. 19

T : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Sholat Fardhu dpt mengantarkannya masuk ke dalam surga?
J : Ayat Kursi.

T : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 31 kali dlm satu Surah dan di Surah apa?
J: Ayat فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman.

T : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa? Apakah ayat ini ada juga disebut dlm surah lainnya? Di Surah apa?
J : Ayat (ويل يومئذ للمكذبين) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthaffifiin ayat No. 10.

T : Apakah Ayat terpanjang dlm al-Quran? pada Surah apa? Ayat berapa? Dan apa yang dibahas?
J: Ayat No 282 Surah al-Baqarah, membahas muamalah dg sesama manusia dlm keuangan& hutang piutang
------------------------------------------------------bermesraan lah dengan al quran sebagaimana mesranya kita dgn dompet & gadget kita selama ini,  berdekatan lah dgn al quran sedekat kita dengan pasangan,anak-anak dan teman-teman kita hari ini...

Bersahabat lah dengan nya... karena al quran tidak akan meninggalkan kita sbg sahabat ketika yg lain berpaling, dia akan datang sebagai syafaat bagi sahabat2 nya di akhirat kelak..

Yuk di share ke saudara kita yg lain agar jd investasi ilmu yg bermanfaat di akhirat nanti.

Minggu, 11 Desember 2016

Serpihan kisah Rosul SAW

Anakku, serpihan kisah akhlak Baginda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam manakah yang membuatmu haru dan menangis? Kuharap, anakku, tangis itulah yang bisa menjadi saksi di akherat kelak bahwa engkau merindukan beliau Shallallahu 'alaihi wasallam. Airmata rindu....
Anakku, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sangat mencintai anak-anak kecil seperti dirimu. Beliau memiliki sahabat-sahabat cilik yang lucu-lucu. Ada Anas bin Malik yang menjadi abdi ndalem beliau. Kau tahu abdi ndalem? Kita menyebutnya pembantu. Tapi Rasulullah tidak pernah memperlakukan sahabat cilik bernama Anas bin Malik ini sebagai pembantu. Anas bin Malik ini juga memiliki adik kandung bernama Abu Umair yang suka memelihara burung. Ketika Nabi Muhammad berkunjung ke kediaman Abu Talhah, bapaknya Abu Umair, beliau bertanya, “Wahai Abu Umar, bagaimana kabarnya an-Nughair (burung pipit kecil) peliharaanmu?”
Rasulullah keren ya, masih sempat memperhatikan mainan kesukaan sahabat ciliknya. Ada juga Zaid bin Tsabit yang hafalan al-Qur’annya disimak oleh beliau, ada juga keponakan beliau, Abdullah bin Abbas, yang sangat cerdas. Ada juga Abdullah bin Umar. Usamah bin Zaid bin Haritsah dan sahabat-sahabat cilik lainnya. Mereka mencintai Kanjeng Nabi, dan beliau shallallahu alaihi wasallam juga mencintainya.
Kanjeng Nabi Muhammad itu nggak pernah galak sama anak-anak kecil sepertimu, anakku. Ada anak kecil namanya Zainab, oleh beliau sering dipanggil dengan nama Zuwainab, Zuwainab (Zainab cilik). Pernah juga beliau menggendong cucunya, Umamah putri Sayyidah Zainab, sembari shalat. Pada saat beliau bersujud, Umamah didudukkan di sampingnya. Beliau pernah bermain kuda-kudaan bersama cucu beliau yang lincah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain. Melihat Kanjeng Nabi bertindak sebagai kuda tunggangan, seorang sahabat beliau berkomentar, “Alangkah indahnya tungganganmu, wahai Hasan dan Husain?”

Baginda Rasulullah hanya tersenyum sambil tetap melanjutkan aktvitas momong cucunya. Sahabat beliau lainnya malah memuji, “Dari mana asalnya tungganganmu ini, wahai Hasan Husein? Itu adalah punggung yang telah sampai di Sidratul Muntaha?”
Besok, kapan-kapan ayah akan menjelaskan apa itu Sidratul Muntaha. Sekarang ayah lanjutkan cerita ayah.
Kau tahu anakku, manakala beberapa kartunis Denmark ramai-ramai ingin menggambar baginda Rasululllah shallallahu alaihi wasallam dengan imajinasi kotor mereka, kita marah, jelas marah. Tapi apakah kita melawan dengan anarkis? Tidak. Itu tidak akan menyelesaikan masalah, anakku. Ingatlah kalimat indah dari Syaikh Muhammad al-Ghazali dalam 'Jaddid Hayatak' bahwa samudera tidak akan pasang gara-gara dilempar kerikil oleh seorang bocah.
Banyak yang melakukan tindakan anarkistis menyikapi kartun tersebut. Tapi, tahukah engkau anakku, ada kisah keren menanggapi karikatur yang sangat tidak sopan tersebut. Ya, kisah sekelompok anak-anak muda Inggris yang memutuskan membagikan mawar dan buku-buku biografi Nabi Muhammad kepada orang awam yang berlalu lalang. Ini langkah cerdas, anakku. Melawan dengan buku adalah salah satu cara yang paling beradab. Sukakah kau? Kuharap demikian.
Ada juga kisah lain manakala Habib Ali al-Jufry yang memutuskan berangkat ke Denmark dan menemui salah satu karikaturis yang menggambarkan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam secara konyol. Apakah keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu langsung memukul dan mencaci maki sang kartunis? Oh tidak. Jelas itu bukan metode akhlak warisan datuknya. Habib Ali Al-Jufry dengan lembut menjelaskan akhlak, kemuliaan, dan karakteristik Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Penjelasan yang membuat kartunis itu terdiam dan tidak menyangka betapa mulianya tokoh yang ia karikaturkan...
Sudah cukup? Belum anakku. Habib Umar bin Hafidz, keturunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang murah senyum itu pernah mendarat di Denmark. Manakala rombongan menginjakkan kaki di bandara, tiba-tiba beliau disambut dengan pembacaan shalawat Nabi oleh sekelompok muslimin Denmark, hingga beliau menoleh ke Habib Salim, putranya, lalu berkata "Bahkan, di negara yang kartunisnya pernah menggambar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ini, kau lihat anakku, kita disambut dengan pembacaan shalawat Nabi..."
Mana, manakah anakku, kisah yang membuatmu menangis? Apakah ketika Baginda Rasulullah ShallAllahu 'alaihi wasallam yang dilempari batu dan kotoran oleh penduduk Thaif tapi beliau menolak tawaran Jibril yang mau memporakporandakan seisi kota?
Atau cerita saat beliau Shallallahu 'alaihi wasallam menolong Abu Lahab yang terperosok lubang jebakan bikinannya sendiri, padahal lubang mengerikan itu ditujukan untuk mencelakakan keponakannya yang mulia tersebut? Atau saat beliau ShallAllahu 'alaihi wasallam menjenguk seseorang yang setiap hari melempari beliau dengan kotoran, kisah yang mana anakku? Atau kesabaran beliau menghadapi blokade dan embargo kaum Quraisy Itukah??
Mungkin engkau suka kisah lain, tatkala manusia mulia itu dengan tangannya sendiri menambal pakaiannya yang robek, memperbaiki sandalnya sendiri, beristirahat di atas alas yang kasar, dan tiada pernah merepotkan sahabat-sahabatnya? Atau cerita ketika Baginda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengganjal perutnya yang lapar dengan kerikil yang diikat sehelai kain, hingga para sahabat menyangka itu bunyi gemeretak persendian beliau Shallallahu 'alaihi wasallam? Kisah yang mana yang kau suka, buah hatiku?
Apakah kisah lain saat Rasulullah ShallAllahu 'alaihi wasallam mencium tangan tetua kaum Anshar yang telapak tangannya mengeras gara-gara mencari nafkah? Atau, saat beliau ShallAllahu 'alaihi wasallam yang kakinya membengkak dengan ketekunan ibadah malamnya, saat ditanya oleh Sayyidatuna Aisyah RadliyAllahu 'anha beliau menjawab, duhai kekasihku, salahkah aku bila menjadi hamba yang senantiasa bersyukur? Inikah kisah yang menggetarkan hatimu, atau kau ingat kisah manakala  berangkat ke medan perang beliau sengaja membelokkan rute pasukan karena tidak mau mengganggu keasyikan anjing yang sedang menyusui anaknya?
Atau tentang akhlak beliau Shallallahu 'alaihi wasallam yang dengan telaten menyuapi seorang Yahudi sepuh yang buta dan selalu mencaci maki junjungan kita itu? Meskipun sejujurnya ayahmu ini belum menjumpai kisah tersebut dalam versi yang valid di sirah nabawiyah. Atau kisah lain manakala Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam tiba-tiba dicelakai seorang Yahudi hingga nyaris terjungkal, dan manusia agung itu mencegah Sayyidina Umar yang mau menindak tegas Yahudi kurang ajar itu? Atau kisah bagaimana pria yang senantiasa menampilkan wajah tersenyum menyenangkan itu memberikan amnesti massal ketika Fathu Makkah yang oleh sahabat beliau disebut "Yaumul Malhamah" lalu direvisi beliau menjadi "Yaumul Marhamah"? Aduh, dalam peristiwa pembebasan kota mulia ini, bukankah kita juga ingat Hindun bint Utbah yang menjadi kanibal dalam Perang Uhud dengan mengunyah jantung Sayyidina Hamzah dan membuat junjungan kita sangat sedih, tetapi beliau juga memberikan amnesti kepada wanita perkasa itu dan memuliakan Abu Sufyan, yang loyalitasnya kemudian teruji dalam Perang Hunain? Kasih sayang, anakku, inilah ajaran dari manusia agung itu. Rekonsiliasi akbar dalam Pembebasan Makkah...
Bagaimana anakku, sudah kau temukan kisah yang membuat sepasang matamu menganak sungai? Mungkin saja kau suka membaca bait kisah tentang Sayyidina Abu Bakar yang dengan setia mendampingi beliau Shallallahu 'alaihi wasallam saat hijrah dan dengan gerakan yang khas beliau mendampingi Baginda Shallallahu 'alaihi wasallam di kanan, kiri, depan dan belakang demi melindungi junjungannya itu? Atau ketika ayahanda ummul mukminin Aisyah Radliyallahu 'anha itu bersama Sayyidina Umar bin Khattab; ayahanda Sayyidatuna Hafshah, itu menahan tangis saat melihat kesederhanaan kehidupan manusia termulia itu, meski kunci perbendaharaan Barat dan Timur tergenggam di tangannya?
Atau, ah ini yang membuat kita iri anakku, ketika Sayyidina Ukasyah bin Mihsan yang dengan cerdik nan dramatik disertai alasan qishash bisa mencium tubuh mulia baginda Muhammad ShallAllahu 'alaihi wasallam itu. Kau ingat cerita ini? Kuulangi sekali lagi, Sayyidina Ukasyah yang bisa memeluk dan mencium tubuh manusia termulia itu. Aduhai, begitu mengharukan.....
Bagaimana, apa tentang Sayyidina Bilal yang memilih berjaga di ribath di Syam dan tak mau lagi menjadi muadzin gara-gara setiap kali ia mengumandangkan adzan, suaranya tercekat tak mampu melanjutkan kalimat "Asyhadu Anna Muhammad Rasulullah" saking rindunya beliau pada Abul Qasim Muhammad ShallAllahu Alaihi wasallam...
Sudah anakku? Kau sudah menemukan serpihan Sirah Nabawiyah yang membuat bolamatamu mengembun? Temukan, anakku, karena tangismu itu menjadi bukti dan bola matamu menjadi saksi di akherat kelak, bahwa engkau merindukan Baginda Rasulullah Muhammad ShallAllahu 'alaihi wasallam..
djember, 11 rabiúl awal 1436 H/ diperbarui 10 rabiul awal 1438

Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1158887337526234&id=100002149375608&_ft_=top_level_post_id.1158887337526234&refid=28&__tn__=%2C%3B